Assalamualaikum sobat blogger, hari ini +Dwi Alfina akan share kain khas banjarmasin yakni kain sasirangan. Kain ini udah cukup terkenal dan bahkan udah sering dipakai orang orang penting seperti Presiden SBY dan Ibu Ani.
![]() |
Pak SBY dan Ibu Ani mengenakan Sasirangan |
Sasirangan, Batiknya Urang Banjar - Kain
sasirangan yang merupakan kerajinan khas daerah Kalimantan Selatan
(Kalsel) menurut para tetua masyarakat setempat, dulunya digunakan
sebagai ikat kepala (laung), juga sebagai sabuk dipakai kaum lelaki
serta sebagai selendang, kerudung, atau udat (kemben) oleh kaum wanita.
Kain ini juga sebagai pakaian adat dipakai pada upacara-upacara adat,
bahkan digunakan pada pengobatan orang sakit. Tapi saat ini, kain
sasirangan peruntukannya tidak lagi untuk spiritual sudah menjadi
pakaian untuk kegiatan sehari-hari, dan merupakan ciri khas sandang dari
Kalsel.
Di Kalsel, kain sasirangan merupakan salah satu kerajinan khas
daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Kata “Sasirangan”
berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau
dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa
jahit menjahit dismoke/dijelujur.
Kalau di Jawa disebut jumputan. Kain
sasirangan dibuat dengan memakai bahan kain mori, polyester yang dijahit
dengan cara tertentu. Kemudian disapu dengan bermacam-macam warna yang
diinginkan, sehingga menghasilkan suatu bahan busana yang bercorak
aneka warna dengan garis-garis atau motif yang menawan.
Proses Pembuatan Kain Sasirangan
Pertama menyirang kain, Kain dipotong secukupnya disesuaikan untuk keperluan pakaian wanita atau pria. Kemudian kain digambar dengan motif-motif kain adat, lantas disirang atau dijahit dengan tangan jarang-jarang/renggang mengikuti motif. Kain yang telah dijahit, ditarik benang jahitannya dengan tujuan untuk mengencangkan jahitannya, sehingga kain mengerut dengan rapat dan kain sudah siap untuk masuk proses selanjutnya.
Pertama menyirang kain, Kain dipotong secukupnya disesuaikan untuk keperluan pakaian wanita atau pria. Kemudian kain digambar dengan motif-motif kain adat, lantas disirang atau dijahit dengan tangan jarang-jarang/renggang mengikuti motif. Kain yang telah dijahit, ditarik benang jahitannya dengan tujuan untuk mengencangkan jahitannya, sehingga kain mengerut dengan rapat dan kain sudah siap untuk masuk proses selanjutnya.
Kedua penyiapan zat warna, Zat warna
yang digunakan adalah zat warna untuk membatik. Semua zat warna yang
untuk membatik dapat digunakan untuk pewarnaan kain sasirangan. Tapi
zat warna yang sering digunakan saat ini adalah zat warna naphtol
dengan garamnya. Bahan lainnya sebagai pembantu adalah soda api (NaOH),
TRO/Sepritus, air panas yang mendidih. Mula-mula zat warna diambil
secukupnya, kemudian diencerkan/dibuat pasta dengan menambahkan
TRO/Spirtus, lantas diaduk sampai semua larut/melarut.
Setelah zat
melarut semua, kemudian ditambahkan beberapa tetes soda api dan
terakhir ditambahkan dengan air panas dan air dingin sesuai dengan
keperluan. Larutan harus bening/jernih. Untuk melarutkan zat warna
naphtol sudah dianggap selesai dan sudah dapat dipergunakan untuk
mewarnai kain sasirangan.
Untuk membuat warna yang dikehendaki,
maka zat warna naphtol harus ditimbulkan/dipeksasi dengan garamnya.
Untuk melarutkan garamnya, diambil sesuai dengan keperluan kemudian
ditambahkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk kuat-kuat
sehingga zat melarut semua dan didapatkan larutan yang bening.
Banyaknya larutan disesuaikan dengan keperluan. Kedua larutan yaitu
naphtol dan garam sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain
sasirangan, yaitu dengan cara pertama-tama mengoleskan/menyapukan zat
warna naphtol pada kain yang telah disirang yang kemudian disapukan
lagi/dioleskan larutan garamnya sehingga akan timbul warna pada kain
sasirangan yang sudah diolesi sesuai dengan warna yang diinginkan.
Setelah seluruh kain diberi warna, kain dicuci bersih-bersih sampai air
cucian tidak berwarna lagi.
Kain yang sudah bersih, kemudian
dilepaskan jahitannya sehingga terlihat motif-motif bekas jahitan
diantara warna-warna yang ada pada kain tersebut. Sampai disini proses
pembuatan kain sasirangan telah selesai dan dijemur salanjutnya
diseterika dan siap untuk dipasarkan.
Pertamax diamankan dulu Mak
ReplyDeleteBanjar ternyata punya batik juga ya Mbak...??? Kirain cuma pulau Jawa aja batik ini
Deletepunya dong
gak kalah keren sama batik jawa :)
DeleteKeren ya semoga batik dari indonesia bisa di kenal oleh seluruh dunia ya mbak
Deletepak sby dan ibu ani benar2 blue ya sista, hehehe
DeleteSaya juga baru tahu batik terkenal itu ternyata ada di Banjar juga. Keren abis deh Banjar Indonesia.
DeleteSebentaaar, perasaam ada yang berbeda di foto profilnya ?!?
saya pernah tinggal di banjar selama 3 bulan, dan memang kain batiknya terasa berbeda dengan batik jawa
ReplyDeletekainnya lebih dingin
hehee
DeletePromosi niyeee
Deletewkwkk
sambil nyelam minum aerrr
Deletesy suka warna biru klo dipadukan dg warna putih ... sprt yg dipakai pak SBY ...hehehe
ReplyDeletebeli aja gan, klo dari luar kalimantan bisa beli online
Deletewahhh baru thu saya ini
ReplyDeleteternyata bukan jaw aja yang ada batik ya
mksh infonya mbkk
iyaa dong, kalimantan juga punya
Deletewah nggak kalah sama batik kota lain ya sob
nice
ReplyDeletebener, sasirangan juga keren
DeleteBatik, emang is the best deh. I love batik, I love Indonesia.
ReplyDeletecintai produk indonesia
DeleteBaru tahu nih mbak kalo di Banjar ternyata kaya juga akan hasil karya seni utamanya batik Sasirangan ini...
ReplyDeleteAlhamdulillah, semoga sasirangan semakin merakyat
sehingga gak kedengaran asing bagi penduduk luar kalimantan
Deleteyew banjar udh ada batiknya
ReplyDeletewah keren nih maju terus batik indonesia
Yeay Cintai Batik Indonesia
Deletebener kang, sasirangan emang terkenal "Tahan lama"
hehee
ReplyDeleteMotifnya punya cirikhas tersendiri ya...
ReplyDeleteSaya juga dari banjar tp banjar di jawabarat
iya kadang saya terkecoh liat berita dari kota banjar. eh taunya banjar jawa barat
Deletenice info mbak
ReplyDeletebaiknah batik nya urang banjar
ReplyDeletesama nah ulun gin urang banjar hehe
wiihh satu banua
Deletewah bagus batiknya..
ReplyDeleteAlhamdulillah, gak kalah sama batik batik di Jawa
DeleteBatiknya bagus mas. namun beda ya dengan jogja
ReplyDeletetentu beda kang
Deletebahasa urangnya itu lohh sama kaya bahasa sunda
ReplyDeletelogatnya sama, sama sama alus
DeleteBaru tau kalo daerah banjar juga punya batik tersendiri.. coraknya pun khas.. mantabs..
d
ReplyDeleteharus dibeli yakkk
DeleteBagus motifnya, dan teknik pewarnaannya juga unik, dan mesti harus dilakukan orang yang sudah ahli ya mbak ...
ReplyDeletebener, untuk hasil yang maksimal
Deletebatik memang identitas indonesia juga identitas lokal yang mencerminkan keanekaragaman indonesia
ReplyDeletesetuju, wajib dilestarikan agar tidak diakuisasi negara lain
DeleteKeren batiknya gan..btw kunjungan siang gan
ReplyDeletemakasiihhh yeeaa
Deletecantik batiknya..
ReplyDeletemakasih sodaraku
DeleteMotifnya bagus gan,
ReplyDeleteRibet juga yaa proses pembuatan batik sasirangan..
ReplyDeleteTapi kelihatan bagus tuuh di pakai Bpk dan ibu presiden
Saya juga baru tau mbk batik tidak hanya ada di jawa
ReplyDeletebatik sasaringan? saya baru tau.. jadi tau deh sekarang ^_^
ReplyDeletekayakknya harganya mahal ini, sebanding dengan pembuatannya.
ReplyDelete
ReplyDeletekeren mas, makasih udah share artikelnya! sukses selalu!
- Blogwalking Mastutorial -
Hebat ya mbak semoga bisa jadi inspirasi kawula muda untuk tetap melestarikan budaya daerah masing2 jangan sampai dicuri orang
ReplyDeleteSasaringan toh batik asli Banjar, motifnya bagus Mbak.
ReplyDeleteMakasih Info menariknya Mbak
kalau saya yang makai gimana ya, tambah ganteng kali. haha
ReplyDeletewah bagus banget motif batik nya. Pasti buat nya susah ya mbak dan harga nya juga mahal. Wah menarik sekali mbak
ReplyDeletebagusan batik buatan sendiri hail tangan semdiri,,,(Kalo bisa mmbuatnya,,)wkwkkwkw,,,hahahah./..
DeleteFolloewe blog sya atuh,,,blablaid.blogspot
Wah... bagus ya batiknya.. Gak kalah dengan batik dari daerah-daerah lain...
ReplyDeleteBatik memang jempol. saya suka batik, tapi belum punya batik sasirangan hehehe
ReplyDeleteBatiknya keren juga ya mbak
ReplyDeleteTemen saya ada yg dari banjar juga mbak, batiknya emang keren mbak
ReplyDeletekainnya bagus
bagus ya batiknya btw
ReplyDeletebatik itu budaya negara kita gan yg harus dilestarikan
Kunjungan Blogwalking Dari Andrekocak Blog
sungguh keren ntu batik nya mbak....
ReplyDeleteKalau memakai kain mori berarti murah dan ringan dipakainya
ReplyDeleteKeren infonya, sangat menarik, ternyata banjar memiliki batik yang indah
ReplyDeleteaku suka koleksi kain dari daerah, tapi krn belum pernah ke banjar jd blum punya kain ini hehee
ReplyDeletewahh pak SBY pakek batik nya urang banjar ya
hehehe
ReplyDeletefollow donk blog saya sis
pake garam ya bukan pake lilin..?
ReplyDeletebagus juga sih motifnya
cuman repot belinya. nyampe syamsudin noor selalu subuh ngejar penerbangan jam 6. kalo harus singgah ke banjar musti berangkat sehari sebelumnya...
Apapun jenis Batiknya dan siapapun maupun darimana asal pembuatnya Batik tetaplah salah satu budaya Indonesia yang layak untuk dilestarikan
ReplyDeletemantab nih kl dijadiin bisnis baru, soalnya media promosi top banget, dimana modelnya adalah RI 1 hehehe..
ReplyDelete