"Kami sudah punya tiga anak. Awalnya melihat liputan operasi itu di televisi. Suami sambil bercanda meminta saya melakukan. Saya sih tidak masalah karena itu permintaan suami. Setelah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter, saya melakukan operasi di Surabaya." Kata Jupe
Menurut Jupe, setelah diberitahu tentang proses operasi sekaligus resikonya, dia harus menjalani pemeriksaan darah dan jantung.
"Dari situ dokter memutuskan bisa-tidaknya saya melakukan operasi." ucap perempuan yang tinggal disalah satu perumahan elite ini.
Sesaat sebelum operasi, dia diminta memilih cara pembiusan. Antara bius lokal dan bius total. Jupe memilih cara terakhir meski biayanya berkisar 10jt sampai 15jt.
"Tidak lama kok operasinya, tidak sampai dua jam. Tetapi karena saya memilih bius total, ya baru sadar setelah 3 jam kemudian." katanya.
Ada lagi persyaratan yang harus dipenuhi jupe setelah operasi. "Saya diminta puasa berhubungan intim dulu selama satu bulan. Ya, tidak apa-apa, yang penting suami senang." tegas Jupe.
Kisah lain diungkapkan dokter spesialis bedah plastik di RS Bedah Surabaya, Djoned Sananto. Dia mengaku pernah menerima pasien belum genap berusia 25 tahun. Perempuan itu mengaku kehilangan keperawanan karena perbuatan mantan pacarnya. "Dia sangat putus asa, Khawatir masa depannya." Kata Dokter Djoned.
Selain itu, pernah juga ada seorang ibu yang sampai bersimpuh di depan dokter Djoned sembari mengiba meminta tolok keperawanan putrinya dikembalikan. Ibu itu mengatakan sang putri terlanjur menyerahkan tubuhnya kepada calon suami yang hanya menunggu hari untuk dinikahkan. Namun, pernikahan batal karena ternyata dia sudah beristri.
"Yang datang bukan saja ibunya. Bapaknya sampai neneknya juga datang." Ucap Djoned
Banyak kisah yang membuat dokter itu bimbang, mengalami dilema. Ia tak mau begitu saja menerima permintaan pasien karena khawatir bila mudah melakukan operasi selaput dara, bisa memicu kecenderungan seks bebas.
"Tapi sebagai dokter, kami punya rasa kemanusiaan. Dari semua motivasi bekerja, yang terutama adalah menolong orang." Ujar Djoned.
Sumber :
BanjarmasinPost (BPost)
Hardianto, Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya
BACA ARTIKEL INI JUGA :
Tradisi Orang Banjar NEW!!
Bagaimana di Kota Anda? Apakah ada yg melakukan operasi ini? Heheee